Cilacap, REVOLUSI.co.id- Angin perubahan berembus kencang di Desa Sindangbarang, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Menjadi pelopor di wilayahnya, desa ini akan memulai langkah besar mentransformasi sekitar 500 hektar lahan masyarakat yang kurang produktif menjadi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, Sabtu (23/5/2026).
Melalui sosialisasi program unggulan KCSM di Pendopo Kantor Desa sindangbarang, senyum optimis terpancar dari wajah para petani.
Program yang menggandeng Koperasi Sumber Trubus Jaya Cilacap ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan warga untuk keluar dari keterbatasan pertanian konvensional menuju kesejahteraan yang lebih pasti.
”Warga kami sangat antusias. Selama ini hasil dari menanam singkong dan kayu dirasa belum maksimal. Hari ini, kita melihat ada semangat baru untuk berubah,” ujar Kepala Desa Sindangbarang, Ruslam, dengan bangga.
Program kemitraan plasma berjangka 30 tahun ini mengusung skema yang sangat berpihak pada petani:
Pendapatan Sejak Awal: Petani langsung menerima kompensasi tunai Rp2.500 per pohon setiap bulan dari koperasi sejak awal penanaman, tanpa perlu menunggu masa panen.
Bebas Tumpang Sari: Lahan tetap bisa ditanami tanaman sela untuk menjaga sumber pangan dan penghasilan harian petani.
Bagi Hasil Adil: Keuntungan bersih saat panen dibagi rata sebesar 50:50.
Keamanan Mutlak: Status hukum tanah tetap sepenuhnya milik petani; hanya hasil buminya yang dikerjasamakan.
Dukungan penuh dari pemerintah desa, Babinsa, hingga kalangan exsternal seperti Mulyadi Tanjung (Buyung), menjadi garansi bahwa program ini berjalan transparan.
Dari lahan tidur yang sunyi, Sindangbarang kini bersiap mengukir sejarah baru—membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan keberanian untuk berubah, masa depan yang makmur kini berada di depan mata.(yung***)